Inspirasi : Damai yang tetap tinggal dalam pelayanan kita.

Saudara Saudariku terkasih, Yesus berkata, “Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. (TB Luk 10:6). Sabda ini mengingatkan kita bahwa setiap pelayanan, sapaan, perhatian, dan kerja keras yang kita berikan seharusnya menjadi saluran damai, bukan sumber luka.

Dalam kehidupan menggereja, mengabaikan jerih payah sesama pelayan tanpa komunikasi yang baik bukanlah hal sepele. Sikap seperti itu dapat melukai persekutuan dan menunjukkan kurangnya kasih. Padahal diakonia—semangat melayani—adalah inti hidup Gereja. Pelayanan bukan soal siapa yang paling terlihat, melainkan bagaimana kita saling menopang sebagai satu tubuh Kristus.

Namun saat usaha kita tidak dihargai, kita juga harus waspada. Jangan sampai hati kita jatuh ke dalam kepahitan, kecewa yang dipelihara, atau kebencian. Kisah Kain mengingatkan bahwa hati yang panas dan tidak dijaga dapat membuka jalan pada dosa. Maka, ketika damai kita tidak diterima, jangan balas dengan amarah. Tetaplah jaga hati, benahi komunikasi, dan serahkan luka itu kepada Tuhan.

“Kalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, salammu itu akan tinggal atasnya.” (Lukas 10:6)

Semoga Tuhan memberi kita hati yang lembut, kasih yang tulus, dan damai yang tetap tinggal dalam pelayanan kita.

Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Amin.

Comments