Inspirasi Iman - 15 Mei 2026. Bacaan Injil : Yohanes 16:20-23a
Bacaan Injil : Yohanes 16:20-23a
Dalam Injil hari ini, Yesus berkata bahwa para murid akan menangis dan berdukacita, tetapi dukacita itu akan berubah menjadi sukacita. Sabda ini sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Dalam keluarga, tidak selalu ada tawa dan ketenangan. Ada saatnya muncul salah paham, kelelahan, kekhawatiran ekonomi, perbedaan pendapat antara suami dan istri, atau jarak hati antara orang tua dan anak.
Namun Yesus mengingatkan kita bahwa penderitaan bukan akhir dari perjalanan iman. Bila kita tetap setia, tetap mengasihi, dan tetap membawa keluarga dalam doa, maka Tuhan dapat mengubah dukacita menjadi sukacita. Kesetiaan dalam keluarga bukan hanya tampak ketika semua berjalan baik, tetapi justru saat kita tetap memilih untuk hadir, mendengarkan, memaafkan, dan memperbaiki diri ketika keadaan sulit.
Merawat keluarga adalah ungkapan iman yang sangat nyata. Ketika seorang suami belajar lebih sabar, seorang istri tetap mengasihi dengan tulus, orang tua mendampingi anak dengan penuh perhatian, dan anak belajar menghormati orang tua, di situlah kasih Tuhan hadir. Keluarga menjadi tempat pertama kita belajar mengenal wajah Allah: Allah yang sabar, setia, dan tidak meninggalkan kita.
Kadang kita ingin melihat Tuhan dalam peristiwa besar, padahal Ia sering hadir dalam hal sederhana: makan bersama, percakapan singkat, pelukan yang menguatkan, permintaan maaf yang tulus, atau doa malam bersama keluarga. Semua itu adalah tanda bahwa kasih Tuhan sedang bekerja.
Ayat inspirasi:
“Dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.”
— Yohanes 16:20
Saudara Saudariku terkasih, marilah kita memohon rahmat Tuhan agar mampu merawat keluarga bukan hanya dengan kewajiban, tetapi dengan kasih dan kesetiaan. Semoga setiap rumah menjadi tempat di mana dukacita dipulihkan, luka disembuhkan, dan sukacita Tuhan kembali tumbuh.
Semoga Tuhan memberkati keluarga kita, menjaga hati kita tetap setia, dan menuntun setiap langkah kita dalam kasih-Nya. Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, Amin.
Comments
Post a Comment