Inspirasi Iman - 1 Juni 2026. Bacaan Injil : Markus 12:1-12

Inspirasi Iman - 1 Juni 2026. 

Bacaan Injil : Markus 12:1-12

Saudara Saudariku terkasih, Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur yang tidak setia. Mereka diberi kepercayaan untuk mengelola kebun anggur, tetapi ketika pemiliknya mengutus para hambanya, bahkan anaknya sendiri, mereka menolak, menganiaya, dan membunuhnya.

Perumpamaan ini mengingatkan kita bahwa hidup adalah kepercayaan dari Tuhan. Keluarga, pekerjaan, waktu, tubuh, bumi, dan segala ciptaan bukanlah milik kita sepenuhnya. Semua itu adalah “kebun anggur” yang dipercayakan Tuhan untuk kita rawat dengan kasih, tanggung jawab, dan kesetiaan.

Namun sering kali kita bersikap seperti para penggarap itu. Kita merasa memiliki segalanya. Kita ingin mengatur hidup menurut kehendak sendiri, tetapi lupa bertanya: apakah hidupku sudah berbuah bagi Tuhan? Apakah keluargaku merasakan kasih melalui kehadiranku? Apakah bumi yang Tuhan titipkan menjadi lebih terawat karena tindakanku?

Injil hari ini juga menegur kita agar tidak menolak suara Tuhan yang datang melalui banyak cara: melalui nasihat keluarga, teguran sahabat, suara hati, penderitaan sesama, bahkan melalui alam yang mulai rusak karena keserakahan manusia. Tuhan terus mengetuk hati kita, tetapi kadang kita terlalu sibuk, keras hati, atau merasa paling benar.

Yesus kemudian berkata bahwa batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Artinya, apa yang sering kita anggap kecil, lemah, atau tidak penting, justru bisa dipakai Tuhan menjadi dasar keselamatan dan pembaruan hidup.

Ayat inspirasi:
“Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.”
— Markus 12:10

Semoga kita menjadi penggarap yang setia: merawat keluarga dengan kasih, menjaga bumi dengan tanggung jawab, dan menghasilkan buah kebaikan dalam hidup sehari-hari. Semoga hati kita tidak keras terhadap suara Tuhan, tetapi terbuka untuk dibentuk oleh kasih-Nya.

Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, Amin.

Comments