Inspirasi Iman - 3 Juni 2026. Bacaan Injil : Markus 12:18-27. Peringatan: Santo Karolus Lwanga dan teman-temannya martir

Inspirasi Iman - 3 Juni 2026. Bacaan Injil : Markus 12:18-27. Peringatan: Santo Karolus Lwanga dan teman-temannya martir

Saudara Saudariku terkasih,

Dalam Injil hari ini, orang-orang Saduki datang kepada Yesus dengan pertanyaan tentang kebangkitan. Mereka mencoba memahami hidup kekal hanya dengan logika duniawi. Namun Yesus menjawab dengan tegas bahwa Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.

Sabda ini mengingatkan kita bahwa iman Kristiani tidak berhenti pada hidup yang kelihatan saja. Kita percaya bahwa hidup kita berasal dari Allah, berjalan bersama Allah, dan akan kembali kepada Allah. Karena itu, setiap hari yang kita jalani adalah anugerah yang harus dihidupi dengan penuh makna.

Peringatan Santo Karolus Lwanga dan teman-temannya, para martir, menunjukkan kepada kita bahwa iman kepada Allah yang hidup mampu memberi keberanian luar biasa. Mereka tetap setia kepada Kristus meskipun harus menghadapi penderitaan dan kematian. Kesetiaan mereka menjadi tanda bahwa hidup yang sejati bukan hanya soal mempertahankan kenyamanan, tetapi berani memilih kebenaran.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga dipanggil untuk menjadi saksi Allah yang hidup. Caranya tidak selalu melalui tindakan besar, tetapi melalui kesetiaan kecil: menjaga keluarga dengan kasih, berkata jujur, mengampuni, menolong sesama, dan merawat bumi sebagai ciptaan Tuhan.

Jika Allah adalah Allah orang hidup, maka kita pun dipanggil untuk menghidupkan, bukan merusak. Menghidupkan keluarga dengan perhatian, menghidupkan lingkungan dengan kepedulian, menghidupkan iman dengan doa, dan menghidupkan dunia dengan tindakan kasih. Saat kita mengurangi sampah, menghemat air, menjaga alam, dan menciptakan rumah yang damai, kita sedang menghormati Allah yang memberi kehidupan.

Ayat inspirasi:
“Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.”
— Markus 12:27

Semoga kita semakin percaya bahwa hidup kita berharga di hadapan Tuhan, dan semakin berani menjadi saksi iman seperti Santo Karolus Lwanga dan teman-temannya: setia, berani, dan penuh kasih.

Semoga Tuhan memberkati hati kita agar selalu memilih kehidupan, menjaga keluarga dengan cinta, dan merawat bumi sebagai tanda iman kepada Allah yang hidup. Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, Amin.

Comments